‘Bunuh Diri’ Massal di PT.FOXCONN China
Sumber: Ditulis oleh Malcolm
Moore (http://erabaru.net/era-baru/29114 )
Diunduh : Selasa, 20 Oktober
2015, 19:31
Waktu peristiwa : tahun 2010
di China
PT.
FOXCONN merupakan perusahaan yang memproduksi barang-barang eleketronik
seperti, Apple, Nitendo, Sony dan HP. Awal tahun 2010, dikejutkan dengan
terjadinya bunuh diri yang dilakukan 18 orang pekerja. Bunuh diri massal ini
dilakukan dengan melompat dari atas puncak gedung perusahaan dengan 14 orang
yang tewas. Protes yang dilakukan pekerja pada bulan Januari yakni dikarenakan
manajer perusahaan memutuskan untuk menggeser sekitar 600 pekerja untuk lini
produksi baru,
membuat pembungkus computer
Acer, perusahaan asal Taiwan. “kami disuruh bekerja tanpa pelatihan apapun dan dibayar
sedikit demi sedikit” kata salah seorang pekerja memprotes yang tidak meminta
disebutkan namanya. “ jalur perakitan sangat cepat dan hanya satu hari tangan kami
semua telah lecet dan kulit ditangan kami menghitam, pabrik itu pun sudah penuh
debu dan tida ada yang bisa menahan” ujarnya menambahkan. Beberapa laporan dari
dalam pabrik Foxconn telah menyarankan bahwa sementara perusahaan lebih maju dari
pada banyak pesaingnya, dengan menggunakan gaya militer dan banyak para pekerja
yang tidak sanggup bertahan. Pabrik unggulan Foxconn di Longhua, sebanyak
5% dari pekerja atau 24.000
orang pekerja berhenti. “Karen akami tidak tahan, kami mogok” kata pekerja itu.
“ini bukan tentang uang, namun karena kami merasa tidak punya pilihan. Pada
awalnya, para manajer mengatakan siapa saja yang ingin berhenti dapat bayaran
satu bulan gaji sebagai kompensasi. Tapi kemudian mereka menarik tawaran itu.
Jadi kami pergi ke atap dan mengancam bunuh diri missal”. Pekerja mengatakan
bahwa Foxconn awalnya menolak untuk bernegosiasi, tetapi bahwa para pekerja
diperlakukan cukup baik oleh polisi dan pasukan pemadam kebakaran. Para pekerja
akhirnya dibujuk turun setelah dua hari diatas pabrik berlantai tiga di Wuhan
oleh manajer Foxconn dan pejabat parta komunis China. Seorang juru bicara
Foxconn dikonfirmasi tentang protes itu, dan mengatakan bahwa insiden itu
“berhasil dan diselesikan dengan damai setelah diskusi antara pekerja, pejabat
Foxconn local dan perwakilan pemerintah daerah. Dia menambahkan bahwa 45
karyawan Foxconn telah memilih untuk mengundurkan diri dan sisahnya telah kembali
bekerja. “kesejahteraan karyawan kami merupakan
prioritas utama kami dan kami
berkomitmen untuk memastikan bahwa semua karyawan diperlakukan adil.” Katanya.
Analisa
Penyebab
dari aksi tersebut dikarenakan tidak diperlakukan adil oleh perusahaan. Para
pekerja
merasa tidak nyaman karena
mereka diperlakukan seperti halnya kerja rodi(perusahaan menggunakan gaya
militer sehingga banyak pekerja yang tidak sanggup bertahan). Dengan fasilitas
serta kondisi lingkungan kerja yang buruk, para pekerja dituntut untuk dapat meyelsaikan
pekerjaan untuk memenuhi target pemesanan (bahkan tangan para pekerja menjadi
lecet dan menghitam). Hampir 24000 pekerja mengundurkan diri, namun dengan dampak
seperti ini tidak membuat perusahaan lebih memerhatikan pekerjanya dan
menjadikan pekerja sebagai prioritas utama.
Berdasarkan
kasus diatas menggambarkan dampak psikologis yang mendalam oleh para pekerja.
Yakni stress atau bahkan depresi dikarenakan ketidakpuasan mereka terhadap
fasilitas serta lingkungan kerja. Seperti halnya identifikasi mengenai stress
yang dilakukan oleh Kreitner dan Kinici (2004) yakni bahwa stres merupakan
respon adaptif yang dipengaruhi oleh karakteristik individual dan atau proses
psikologis yaitu akibat dari tindakan, situasi, atau kejadian eksternal yang
menyebabkan tuntutan fisik dan atau psikologis terhadap seseorang. Sehingga menurunkan
motivasi mereka dalam bekerja, dan membuat
mereka melakukan tindakan
yang fatal seperti itu. Dan menurut Dr.Hans Selye dalam buku Psikologi Industri
dan Organisasi oleh Ashar Sunyoto Munandar,Stress adalah satu abstraksi,orang
tidak dapat melihat pembanngkit stress yang dapat dilihat ialah akibat dari
pembangkit stress. Faktor- faktor yang mempengaruhi para buruh PT. Foxconn menjadi
stress dan melakukan hal nekat tersebut yaitu dikarenakan bertambahnya tanggung
jawab tanpa adanya penambahan upah atau gaji, sehingga mengakibatkan hubungan
mereka dengan atasan menjadi buruk (Palupi, 2003). Selain itu juga dapat
dikaitkan dengan teori kebutuhan Masslow, para pekerja tidak dapat memenuhi
kebutuhan hierarki mereka, seperti halnya pengahargaan dan keamanan dalam
bekerja. Pihak perusahaan tidak memikirkan kesehatan bahkan keselamatan mereka dengan
lingkungan kerja yang baik. Sehingga membuat para pekerja merasa tidak
diperhatikan.
Penyelesaiian
terhadap kasus ini ialah dengan merundingkan dan mendengarkan keluhan para
pekerja. Berdasarkan keluhan-keluhan tersebut maka perlu dilakukannya perbaikan
terutama pada lingkungan serta tata cara bekerja yang baik. Kiranya pekerja
juga diberikan pelatihan sebelum mereka melakukan suatu pekerjaan baru yang sebelumnya tidak pernah mereka kerjakan.
Hal tersebut dilakukan agar dapat memotivasi para pekerja dan membuat mereka merasa
diperhatikan dan diperdulikan oleh perusahaan. Tujuan dari pelatihan
(Sikula,1976 dalam buku Psikologi Industri dan Organisasi oleh Ashar Sunyoto
Munandar) yaitu meningkatkan produktifitas,meningkatkan mutu,meningkatkan
ketepatan dalam perencanaa SDM,meningkatkan semangat kerja,menarik dan menahan
tenaga kerja yang baik,menjaga kesehatan dan keselamatan kerja,menghindari
keusangan,dan menunjang pertumbuhan pribadi. Sehingga kedua pihak yaitu pekerja
dan perusahaan sama-sama mendapat hasil yang positif. Berdasarkan pengertian
motivasi yaitu suatu kekuatan potensial yang ada didalam diri manusia yang
dapat dikembangkannya sendiri atau dapat dikembangkan dari sejumlah kekuatan
dari luar yang ada berkisar sekitar imbalan materi dan non materi yang dapat
mempengaruhi hasil kerjanya (Winardi, 2001). Selain itu pula bagi pihak perusahaan
yakni PT. Foxconn itu sendiri harus memotivasi para karyawannya lainnya (selain
parah buruh) untuk dapat mengarahkan daya dan potensi mereka agar mau berkerjasama
secara produktif untuk mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan
yakni memenuhi target produksi yang maksimal (Hasibuan, 2001). Jadi menurut
saya perlu adanya rasa peduli terhadap pekerja,memprioritaskan pekerja dan
melihat apa yang mereka butuhkan. Karna bagaimanapun mereka adalah bagian dari
perusahaan dan sudah sewajibnya dijaga keselamatan dan kesejahteraannya.
