Selasa, 28 April 2015

Essay Kesehatan Mental

Diposting oleh Unknown di 23.17



DEPRESI

  Depresi merupakan masalah umum yang dialami oleh banyak orang tak mengenal usia, kelas sosial-ekonomi, jabatan, harta dan martabat seseorang. Wanita cenderung lebih sering mengalami depresi dibanding pria, karena wanita memiliki tingkat emosional lebih tinggi dan perasaan yang sangat sensitif terhadap suatu hal. Tetapi pria yang mengalami depresi cenderung memilih untuk bunuh diri.Depresi adalah gangguan mental yang paling banyak dijumpai pada populasi umum. Sekitar 1 dari tujuh orang di seluruh dunia pernah mengalami episode depresi setidaknya sekali dalam hidupnya. Depresi merupakan penyebab kematian utama di negara-negara maju dan merupakan empat besar penyebab kematian di negara belum maju.
  Di Jepang, menurut mitos yang beredar jika seseorang mengalami kegagalan kemudian timbul depresi lebih memilih untuk bunuh diri dengan alasan malu. Di Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara adidaya, sekitar 17 % dari total penduduk Amerika, pernah mengalami depresi dengan jumlah penderita saat ini lebih dari 19 juta orang. Depresi dapat disebabkan oleh berbagi hal seperti peristiwa besar dalam hidup, misalnya menderita penyakit berat, kematian salah satu anggota keluarga, efek menggunakan narkoba, kehilangan pekerjaan.
  Menurut Rice P.L (1992), beliau mengungkapkan bahwa depresi adalah bagian dari perubahan mood atau perasaan seseorang yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama akibat dari stress berat. Orang yang mengalami depresi umumnya akan merasa kehilangan kebahagiaan, kehilangan selera makan, kondisi tubuh yang semakin menurun hingga menyebabkan mudahnya penyakit masuk ke dalam tubuh. Ada banyak hal yang membuat seseorang mudah mengalami depresi yang umumnya disebabkan dan timbul dari diri sendiri.
  Depresi sendiri dibagi menjadi dua yakni, depresi akut dan depresi ringan. Depresi akut adalah depresi yang terjadi dengan gejala si penderita menjauh dari keramaian dan
benar-benar tidak ada aktivitas apapun. Sedangkan depresi ringan biasanya pasien hanya merasa bersalah yang mendalam, putus asa dan beberapa gejala lainnya. Untuk mengetahui bahwa Anda mengalami depresi adalah dengan melihat beberapa gejala dibawah ini :
1. Kemungkinan hampir sepanjang hari Anda merasa depresi dan paling utama terjadi di pagi hari.
2. Setiap harinya Anda merasa kelelahan dan juga hilangnya energi
3. Anda merasa bersalah dan merasa tidak berharga lagi
4. Mengalami gangguan pada konsentrasi atau menjadi ragu
5. Setiap harinya Anda mengalami susah tidur atau insomnia dan juga hipersomnia atau tidur yang berlebihan.
6. Hampir setiap hari Anda juga merasakan kehilangan minat atau juga kesenangan dalam melakukan aktivitas sehari-hari
7. Berulang kali memikirkan mengenai kematian atau juga bunuh diri. Dan biasanya orang yang mengalami depresi tidak akan takut kematian
8. Rasa gelisah yang menghampiri
9. Terjadinya penurunan atau juga kenaikan pada berat badan yang terjadi dengan signifikan.

Jika seseorang mengalami depresi, maka mereka beresiko
besar mengalami beberapa penyakit seperti Kecemasan,Gangguan obsesif kimpulsif,Gangguan kepanikan,Fobia,Gangguan pada makan.

Gejala
depresi dapat dibagi menjadi gejala fisik, gejala emosi, dan gejala kognitif. Gejala fisik meliputi kurang bertenaga, gangguan tidur, gangguan selera makan, gangguan libido, nyeri. Gejala emosi berupa rasa sedih, semangat drop, cemas, gelisah, dan menangis. Gejala kognitif terdiri dari pesimis, rasa bersalah, merasa tidak berarti, dan pikiran bunuh diri. gejala DEPRESI :
Sleep : sulit tidur atau malah tidur berlebihan
Interest : kurangnya minat terhadap kesenanan (anhedonia)
Guilt : rasa bersalah
Energy : rasa lelah, kurang bertenaga
Concentration: kurang konsentrasi, tidak dapat mengambil keputusan, perhatian mudah teralih
Appetite : selera makan berkurang atau malah berlebihan.
Psychomotor : agitasi/gelisah atau malah retardasi/ melamban
Suicide : gagasan, rencana, atau usaha bunuh diri
Dari tipe gejalanya depresi dapat dibagi menjadi
setidaknya 7 jenis yaitu :
1.Tipe melankolik : terlihat khas, anhedonia, rasa bersalah, psikomotor melambat, mood kurang responsif, pagi hari lebih berat, late type insomnia, berat badan menurun
2.Tipe atipikal : tidak khas, mood reaktif, banyak tidur, banyak makan, kaku, perasaan responsif mudah terusik , sering berkait dengan gangguan afektif bipolar
3.Tipe kronik : berlangsung terus menerus selama dua tahun atau lebih
4.Tipe seasonal : perodik, musiman, biasanya terjadi saat musim dingin
5.Tipe post partum : terjadi pertama kali dalam durasi 4 minggu setelah melahirkan, biasanya dialami oleh perempuan dengan kecenderungan gangguan afektif bipolar
6.Tipe psikotik : dengan gejala waham atau halusinasi
7.Tipe katatonik: dengan kondisi psikomotor yang berat misalnya mematung, negativisme, membisu

Penyebab Depresi
  Penyebab utama dari depresi adalah kurangnya berpikiran positif. Disaat seseorang   sedang mengalami depresi, maka biasanya mereka akan merasa bahwa sesuatu hal yang buruk akan segera terjadi. Dan hal ini biasanya akan terjadi berulang kali. Orang tersebut biasanya akan melihat kemungkinan terjadinya hal buruk pada sesuatu dan dalam keadaan sadar atau juga dalam keadaan tidak sadar. Selain itu, mereka selalu fokus pada masalah dan juga mengabaikan keberhasilan yang dicapainya.
 Untuk mereka yang beroikiran negatif dan mempunyai peluang besar mengalami depresi, maka segala hal yang terjadi adalah salah satu bentuk dari cerminan permasalahan dan suatu bentuk kemunduran. Selain itu penyebab dari depresi adalah karena kurangnya rasa kepercayaan diri. Orang-orang yang mengalami depresi biasanya tidak mempunyai rasa percaya diri dan biasanya mereka selalu menganggap semuanya terjadi akibat dari kegagalan yang dilakukannya. Bahkan juga kesalahan yang terjadi sekecil apapun mereka anggap sebagai salah satu masalah yang besar dan hal ini akan membuat pikiran mereka terkuras lebih jauh.
  Berikut bebeapa faktor penyebab yang menimbulkan depresi, antara lain : Kepribadian yang mudah rapuh,kemarahan yang tertahan dalam hati,Pola berfikir negatif yang selalu berkembang,faktor medis karena suatu penyakit.
  Badan Dunia untuk Kesehatan (WHO) mengungkapkan lebih dari 350 juta penduduk dunia saat ini mengidap depresi. Laporan ini dilansir WHO Selasa 9 Oktober 2012, sehari sebelum Hari Kesehatan Jiwa Dunia. Ini bukan penyakit negara maju. Depresi merupakan fenomena global. Masalah ini muncul pada kedua jender dan pada masyarakat miskin maupun kaya, kata Dr Shekhar Saxena, kepala bidang kesehatan mental dan penyalahgunaan zat adiktif WHO kepada wartawan di Jenewa. Tidak ada kawasan yang bebas dari masalah ini. Bahkan Saxena menyatakan sekitar lima persen penduduk dunia kini tengah menderita depresi. Jumlah perempuan yang mengidap depresi dua kali lebih besar dibanding lelaki. Saxena menambahkan, depresi pasca-melahirkan dialami oleh satu dari lima ibu melahirkan dan satu dari 10 ibu muda pengidap depresi tinggal di negara maju. Depresi menurut definisi WHO adalah rasa sedih yang menetap lebih dari dua pekan dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Yang terburuk, depresi dapat memicu seseorang melakukan bunuh diri. Sekitar satu juta orang di dunia bunuh diri setiap tahun dan separuhnya mengalami depresi, ujar Saxena. Masalah ini memang bukan hal baru. Tapi Saxena menegaskan, Kita tidak melakukan apapun untuk menguranginya. Petugas medis menurut Saxena harus bekerja keras untuk mengamati ciri depresi terutama pada anak kecil dan generasi muda. Salah satu obat terbaik adalah curhat, ucap Saxena.

nah temen temen udah jelas banget kan tentang depresi?semoga tulisan ini busa bermanfaat buat yang baca. kendalikan diri ke arah yang lebih baik dan slalu berbagi cerita dengan orang lain bisa jadi salah satu alternatif kamu supaya tidak depresi karna memendam masalah sendirian. terima kasih

referensi:
Direktorat Pelayanan Medik Departemen Kesehatan R.I. (1993). Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.1993.

Maslim R. (2001). Sibling Rivalry. Dalam : Buku saku Diagnosis Gangguan jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ III. Bagian Kedokteran Unika Atmajaya Jakarta 2001. Hh 141-142.

KORAN TEMPO.CO SELASA, 09 OKTOBER 2012 | 20:41 WIB tentang WHO: 350 Juta Penduduk Dunia Depresi
 



HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DENGAN KECERDASAN EMOSI

   pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang hubungan kesehatan mental dan kecerdasan emosional seseorang. nah sebelumnya sama akan memverikan penjelasan kesehatan mental menurut WHO. World Health Organization (WHO, 2001), menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang didalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola kehidupannya yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta beperan serta di komunitasnya. WHO juga menyebutkan tentang sehat mental jiwa yang mencakup salah satunya adalah sehat emosional yang tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya atau pengendalian diri yang baik. itu tadi penjelasan dari WHO...bagaimana?sudah jelas kan apa kesehatan mental itu? pastinya kesehatan mental tidak kalah penting nya dengan kesehatan jasmani dan rohani kita teman teman. selanjutnya saya akan memberikan penjelasan mengenai emosi meburut Goleman,mari kita simak.
   Emosi berasal dari bahasa latin yaitu movere, yang berarti menggerakkan, bergerak (Goleman, 2006). Menurut Goleman (2006) emosi adalah suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan fisiologis dan biologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Menurut Goleman (2006) kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengendalikan impuls emosional, kemampuan untuk membaca perasaan orang lain, dan kemampuan untuk membina hubungan yang baik dengan orang lain. Selain ada pengertiannya, ada juga nih konsep dari kecerdasan emosional. Goleman (2006) menyatakan bahwa konsep kecerdasan emosional meliputi lima wilayah utama, yaitu : (1) mengenali emosi diri, (2) mengelola emosi, (3) memotivasi diri sendiri, (4) mengenali emosi oranglain, dan (5) membina hubungan. Ada juga karakteristik dari kecerdasan emosi. Menurut Goleman (2006) karakteristik kecerdasan emosi itu meliputi; (1) kesadaran diri, (2) pengaturan diri, (3) motivasi, (4) empati, dan (5) keterampilan social.
   pasti udah jelas banget kan mengenai emosi dan kecerdasan emosi nya? sekarang saya akan memberikan pendapat mengenai hubungan kesehatan mental dan kecerdasan emosi kita. kesehatan mental kita itu sangat penting karna selain mempengaruhi cara berpikir kita,kesmen juga mempengaruhi bagaimana kita bertindak. kesmen juga dapat mengatur emosi kita sehari hari. kalau kesmen kita lemah bagaimana kita bisa mengatur emosi kita? sebagai contoh,waktu itu saya pernah baca berita mengenai ibu tiri yang menseterika wajah anak tiri nya hanya karnal anak itu bandel. sang ibu tiri tidak bisa mengendalikan amarah nya sehingga emosinya melonjak yang mengakibat kan ia melakukan penganiayaan terhadap anak tiri nya. setelah dilakukan penyelidikan ternyata ibu tiri tersebut mengalami gangguan mental/gangguan kejiwaan yang menyebabkan ibu itu tidak bisa berpikir jernih atau mengatur emosinya saat dia hendak menganiaya anak tiri nya itu. nah temen temen,bisa kita simpulkan bahwa apabila kesehatan mental kita terganggu maka kita tidak bisa mengatur emosi kita sendiri dan hanya merugikan diri sendiri. maka dari itu temen temen harus peduli dengan kesehatan mental temen temen sehingga temen temen bisa berpikir jernih untuk setiap apapun yang akan dilakukan. terima kasih

referensi:
http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2009/Artikel_10501002.pdf
Semiun, Y., (2006).Kesehatan mental 1. Yogyakarta: Penerbit Kanisius

0 komentar:

Posting Komentar

 

XOXO -KISSES and HUG- Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei