DEPRESI
Depresi merupakan
masalah umum yang dialami oleh banyak orang tak mengenal usia, kelas
sosial-ekonomi, jabatan, harta dan martabat seseorang. Wanita cenderung lebih
sering mengalami depresi dibanding pria, karena wanita memiliki tingkat
emosional lebih tinggi dan perasaan yang sangat sensitif terhadap suatu hal.
Tetapi pria yang mengalami depresi cenderung memilih untuk bunuh diri.Depresi
adalah gangguan mental yang paling banyak dijumpai pada populasi umum. Sekitar
1 dari tujuh orang di seluruh dunia pernah mengalami episode depresi setidaknya
sekali dalam hidupnya. Depresi merupakan penyebab kematian utama di
negara-negara maju dan merupakan empat besar penyebab kematian di negara belum
maju.
Di Jepang, menurut
mitos yang beredar jika seseorang mengalami kegagalan kemudian timbul depresi
lebih memilih untuk bunuh diri dengan alasan malu. Di Amerika Serikat yang
dikenal sebagai negara adidaya, sekitar 17 % dari total penduduk Amerika,
pernah mengalami depresi dengan jumlah penderita saat ini lebih dari 19 juta
orang. Depresi dapat disebabkan oleh berbagi hal seperti peristiwa besar dalam
hidup, misalnya menderita penyakit berat, kematian salah satu anggota keluarga,
efek menggunakan narkoba, kehilangan pekerjaan.
Menurut Rice P.L
(1992), beliau mengungkapkan bahwa depresi adalah bagian dari perubahan mood
atau perasaan seseorang yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama akibat
dari stress berat. Orang yang mengalami depresi umumnya akan merasa kehilangan
kebahagiaan, kehilangan selera makan, kondisi tubuh yang semakin menurun hingga
menyebabkan mudahnya penyakit masuk ke dalam tubuh. Ada banyak hal yang membuat
seseorang mudah mengalami depresi yang umumnya disebabkan dan timbul dari diri
sendiri.
Depresi sendiri
dibagi menjadi dua yakni, depresi akut dan depresi ringan. Depresi akut adalah
depresi yang terjadi dengan gejala si penderita menjauh dari keramaian dan
benar-benar tidak ada aktivitas apapun. Sedangkan depresi
ringan biasanya pasien hanya merasa bersalah yang mendalam, putus asa dan
beberapa gejala lainnya. Untuk mengetahui bahwa Anda mengalami depresi adalah dengan
melihat beberapa gejala dibawah ini :
1. Kemungkinan hampir sepanjang hari Anda merasa depresi dan
paling utama terjadi di pagi hari.
2. Setiap harinya Anda merasa kelelahan dan juga hilangnya
energi
3. Anda merasa bersalah dan merasa tidak berharga lagi
4. Mengalami gangguan pada konsentrasi atau menjadi ragu
5. Setiap harinya Anda mengalami susah tidur atau insomnia
dan juga hipersomnia atau tidur yang berlebihan.
6. Hampir setiap hari Anda juga merasakan kehilangan minat
atau juga kesenangan dalam melakukan aktivitas sehari-hari
7. Berulang kali memikirkan mengenai kematian atau juga
bunuh diri. Dan biasanya orang yang mengalami depresi tidak akan takut kematian
8. Rasa gelisah yang menghampiri
9. Terjadinya penurunan atau juga kenaikan pada berat badan
yang terjadi dengan signifikan.
Jika seseorang mengalami depresi, maka mereka beresiko
besar mengalami beberapa penyakit seperti Kecemasan,Gangguan
obsesif kimpulsif,Gangguan kepanikan,Fobia,Gangguan pada makan.
Gejala
depresi dapat dibagi menjadi gejala fisik, gejala emosi, dan
gejala kognitif. Gejala fisik meliputi kurang bertenaga, gangguan tidur,
gangguan selera makan, gangguan libido, nyeri. Gejala emosi berupa rasa sedih,
semangat drop, cemas, gelisah, dan menangis. Gejala kognitif terdiri dari pesimis,
rasa bersalah, merasa tidak berarti, dan pikiran bunuh diri. gejala DEPRESI :
Sleep : sulit tidur atau malah tidur berlebihan
Interest : kurangnya minat terhadap kesenanan (anhedonia)
Guilt : rasa bersalah
Energy : rasa lelah, kurang bertenaga
Concentration: kurang konsentrasi, tidak dapat mengambil keputusan,
perhatian mudah teralih
Appetite : selera makan berkurang atau malah berlebihan.
Psychomotor : agitasi/gelisah atau malah retardasi/ melamban
Suicide : gagasan, rencana, atau usaha bunuh diri
Dari tipe gejalanya depresi dapat dibagi menjadi
setidaknya 7 jenis yaitu :
1.Tipe melankolik : terlihat khas, anhedonia, rasa bersalah,
psikomotor melambat, mood kurang responsif, pagi hari lebih berat, late type
insomnia, berat badan menurun
2.Tipe atipikal : tidak khas, mood reaktif, banyak tidur,
banyak makan, kaku, perasaan responsif mudah terusik , sering berkait dengan
gangguan afektif bipolar
3.Tipe kronik : berlangsung terus menerus selama dua tahun
atau lebih
4.Tipe seasonal : perodik, musiman, biasanya terjadi saat
musim dingin
5.Tipe post partum : terjadi pertama kali dalam durasi 4
minggu setelah melahirkan, biasanya dialami oleh perempuan dengan kecenderungan
gangguan afektif bipolar
6.Tipe psikotik : dengan gejala waham atau halusinasi
7.Tipe katatonik: dengan kondisi psikomotor yang berat
misalnya mematung, negativisme, membisu
Penyebab Depresi
Penyebab utama dari
depresi adalah kurangnya berpikiran positif. Disaat seseorang sedang mengalami depresi, maka biasanya
mereka akan merasa bahwa sesuatu hal yang buruk akan segera terjadi. Dan hal
ini biasanya akan terjadi berulang kali. Orang tersebut biasanya akan melihat kemungkinan
terjadinya hal buruk pada sesuatu dan dalam keadaan sadar atau juga dalam
keadaan tidak sadar. Selain itu, mereka selalu fokus pada masalah dan juga mengabaikan
keberhasilan yang dicapainya.
Untuk mereka yang
beroikiran negatif dan mempunyai peluang besar mengalami depresi, maka segala
hal yang terjadi adalah salah satu bentuk dari cerminan permasalahan dan suatu bentuk
kemunduran. Selain itu penyebab dari depresi adalah karena kurangnya rasa
kepercayaan diri. Orang-orang yang mengalami depresi biasanya tidak mempunyai
rasa percaya diri dan biasanya mereka selalu menganggap semuanya terjadi akibat
dari kegagalan yang dilakukannya. Bahkan juga kesalahan yang terjadi sekecil
apapun mereka anggap sebagai salah satu masalah yang besar dan hal ini akan membuat
pikiran mereka terkuras lebih jauh.
Berikut bebeapa
faktor penyebab yang menimbulkan depresi, antara lain : Kepribadian yang mudah
rapuh,kemarahan yang tertahan dalam hati,Pola berfikir negatif yang selalu
berkembang,faktor medis karena suatu penyakit.
Badan Dunia untuk
Kesehatan (WHO) mengungkapkan lebih dari 350 juta penduduk dunia saat ini
mengidap depresi. Laporan ini dilansir WHO Selasa 9 Oktober 2012, sehari
sebelum Hari Kesehatan Jiwa Dunia. “Ini
bukan penyakit negara maju. Depresi merupakan fenomena global. Masalah ini
muncul pada kedua jender dan pada masyarakat miskin maupun kaya,” kata Dr Shekhar Saxena,
kepala bidang kesehatan mental dan penyalahgunaan zat adiktif WHO kepada
wartawan di Jenewa. Tidak ada kawasan yang bebas dari masalah ini. Bahkan Saxena
menyatakan sekitar lima persen penduduk dunia kini tengah menderita depresi.
Jumlah perempuan yang mengidap depresi dua kali lebih besar dibanding lelaki. Saxena
menambahkan, depresi pasca-melahirkan dialami oleh satu dari lima ibu
melahirkan dan satu dari 10 ibu muda pengidap depresi tinggal di negara maju. Depresi
menurut definisi WHO adalah rasa sedih yang menetap lebih dari dua pekan dan
mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Yang terburuk, depresi dapat memicu
seseorang melakukan bunuh diri. “Sekitar
satu juta orang di dunia bunuh diri setiap tahun dan separuhnya mengalami
depresi,” ujar Saxena. Masalah ini
memang bukan hal baru. Tapi Saxena menegaskan, “Kita tidak melakukan apapun untuk menguranginya.” Petugas medis menurut Saxena
harus bekerja keras untuk mengamati ciri depresi terutama pada anak kecil dan
generasi muda. “Salah satu
obat terbaik adalah curhat,”
ucap Saxena.
nah temen temen udah jelas banget kan tentang depresi?semoga
tulisan ini busa bermanfaat buat yang baca. kendalikan diri ke arah yang lebih
baik dan slalu berbagi cerita dengan orang lain bisa jadi salah satu alternatif
kamu supaya tidak depresi karna memendam masalah sendirian. terima kasih
referensi:
Direktorat Pelayanan Medik Departemen Kesehatan R.I. (1993).
Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III. Departemen
Kesehatan RI. Jakarta.1993.
Maslim R. (2001). Sibling Rivalry. Dalam : Buku saku Diagnosis
Gangguan jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ III. Bagian Kedokteran Unika Atmajaya
Jakarta 2001. Hh 141-142.
KORAN TEMPO.CO SELASA, 09 OKTOBER 2012 | 20:41 WIB tentang
WHO: 350 Juta Penduduk Dunia Depresi
HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DENGAN KECERDASAN EMOSI
pada tulisan kali
ini saya akan membahas tentang hubungan kesehatan mental dan kecerdasan emosional
seseorang. nah sebelumnya sama akan memverikan penjelasan kesehatan mental
menurut WHO. World Health Organization (WHO, 2001), menyatakan bahwa
kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu,
yang didalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola kehidupannya yang
wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta beperan serta di
komunitasnya. WHO juga menyebutkan tentang sehat mental jiwa yang mencakup
salah satunya adalah sehat emosional yang tercermin dari kemampuan seseorang
untuk mengekspresikan emosinya atau pengendalian diri yang baik. itu tadi
penjelasan dari WHO...bagaimana?sudah jelas kan apa kesehatan mental itu?
pastinya kesehatan mental tidak kalah penting nya dengan kesehatan jasmani dan
rohani kita teman teman. selanjutnya saya akan memberikan penjelasan mengenai
emosi meburut Goleman,mari kita simak.
“Emosi”
berasal dari bahasa latin yaitu movere, yang berarti “menggerakkan, bergerak” (Goleman, 2006). Menurut Goleman (2006) emosi
adalah suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan fisiologis dan
biologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Menurut Goleman (2006)
kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengendalikan impuls emosional,
kemampuan untuk membaca perasaan orang lain, dan kemampuan untuk membina
hubungan yang baik dengan orang lain. Selain ada pengertiannya, ada juga nih
konsep dari kecerdasan emosional. Goleman (2006) menyatakan bahwa konsep
kecerdasan emosional meliputi lima wilayah utama, yaitu : (1) mengenali emosi
diri, (2) mengelola emosi, (3) memotivasi diri sendiri, (4) mengenali emosi
oranglain, dan (5) membina hubungan. Ada juga karakteristik dari kecerdasan
emosi. Menurut Goleman (2006) karakteristik kecerdasan emosi itu meliputi; (1)
kesadaran diri, (2) pengaturan diri, (3) motivasi, (4) empati, dan (5)
keterampilan social.
pasti udah jelas banget kan mengenai emosi dan
kecerdasan emosi nya? sekarang saya akan memberikan pendapat mengenai hubungan
kesehatan mental dan kecerdasan emosi kita. kesehatan mental kita itu sangat
penting karna selain mempengaruhi cara berpikir kita,kesmen juga mempengaruhi bagaimana
kita bertindak. kesmen juga dapat mengatur emosi kita sehari hari. kalau kesmen
kita lemah bagaimana kita bisa mengatur emosi kita? sebagai contoh,waktu itu
saya pernah baca berita mengenai ibu tiri yang menseterika wajah anak tiri nya
hanya karnal anak itu bandel. sang ibu tiri tidak bisa mengendalikan amarah nya
sehingga emosinya melonjak yang mengakibat kan ia melakukan penganiayaan
terhadap anak tiri nya. setelah dilakukan penyelidikan ternyata ibu tiri
tersebut mengalami gangguan mental/gangguan kejiwaan yang menyebabkan ibu itu
tidak bisa berpikir jernih atau mengatur emosinya saat dia hendak menganiaya
anak tiri nya itu. nah temen temen,bisa kita simpulkan bahwa apabila kesehatan
mental kita terganggu maka kita tidak bisa mengatur emosi kita sendiri dan
hanya merugikan diri sendiri. maka dari itu temen temen harus peduli dengan kesehatan
mental temen temen sehingga temen temen bisa berpikir jernih untuk setiap
apapun yang akan dilakukan. terima kasih
referensi:
http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2009/Artikel_10501002.pdf
Semiun, Y., (2006).Kesehatan mental 1. Yogyakarta: Penerbit
Kanisius

0 komentar:
Posting Komentar