Pada pertemuan psikologi manajemen
tanggal 27-10-15 kemarin materi yang dibahas
adalah Fungsi Perencanaan & Pengoranisasian (Seleksi dan Penempatan,Pelatihan
dan Pengembangan). Yang pertama saya akan membahas tentang Seleksi
dan Penempatan. Seleksi dan penempatan meupakan fungsi batas dari sistem (jadi
hanya calon tenaga kerja yang memiliki ciri2 yang disyaratkan). Cara pengumpulan
data untuk menyeleksi calon pekerja yang sesuai syarat ada dua,yaitu Secara
mekanikal (data dikumpulkan berdasarkan pedoman/peraturan/prosedur yang telah
ditetapkan) dan Secara klinikal (fleksibel/data yang dikumpulkan berbeda
tergantung yang menyeleksi). Berikut prosesnya:
·
Tahap I
pencarian
calon tenaga kerja (iklan, pendekatan langsung, pengajuan langsung dari tenaga
kerja)
·
Tahap II
Tahap
1 : seleksi surat lamaran
Tahap
2 : wawancara awal
Tahap
3 : ujian, psikotes, wawancara
Tahap
4 : penilaian akhir
Tahap5
: pemberitahuan dan wawancara akhir
Tahap6
: penerimaan
Penempatan
adalah suatu rekomendasi atau keputusan utk mendistribusikan para calon tenaga
kerja pd pekerjaan yg berbeda-beda berdasarkan suatu dugaan tentang kemungkinan
dari calon untuk berhasil pada pekerjaan (Munandar, 2001).
Apa
perbedaan antara pelatihan dengan pengembangan?ada yang tau? Pelatihan (training) merupakan
proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau
sikap untuk meningkatkan kinerja tenaga kerja (dirancang yang memberikan
kesempatan belajar untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan
pada pekerjaan yang sedang dijalani ) sedangkan Pengembangan
(development) diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul
tanggung jawab yang berbeda atau yang Iebih tinggi dalam perusahaan,
organisasi, lembaga atau instansi pendidikan (bertujuan untuk lebih meningkatkan
pengetahuan dan keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan. Pengembangan lebih
difokuskan untuk jangka panjang).
Tujuan
dari pelatihan dan pengembangan secara umum adalah Meningkatkan produktivitas, Meningkatkan mutu, Meningkatkan ketetapan
dalam perencanaan SDM, Meningkatkan semangat kerja, Menarik dan menahan tenaga
kerja, Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja, Menghindari keusangan, dan Menunjang
pertumbuhan pribadi. Kemudian ada lima Prinsip/Teori Belajar yaitu: Reinforcement Theories (orang termotivasi untuk melakukan
atau menghindari perilaku karena adanya penguatan dan konsekuensi yang
diberikan), Social Learning (proses
belajar diperoleh dari observasi orang lain yang kredibel dan berpengetahuan), Goal Theory (perilaku merupakan hasil dari niat
dan tujuan seseorang), Need Theories (bagaimana
training yang dilakukan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya), Information Processing (penekanan pada proses internal yang terjadi ketika
training seperti persepsi, retensi (memori), encoding, dan retrieval).
Transfer
of training mengacu kepada apakah trainee dapat mengaplikasikan apa yang mereka
dapatkan di dalam training secara efektif dan kontinu kedalam pekerjaannya.
Tujuan utama dari transfer of training adalah terjadinya Generalization (kemampuan
trainee untuk mengaplikasikan hasil dari training kedalam masalah dan situasi
pekerjaan yang diperoleh) dan Maintenance ( proses untuk melakukan
secara terus-menerus kemampuan yang diperoleh dari training). Hal-hal yang dapat mempengaruhi kualitas Transfer
of Training adalah Kondisi
kerja, Kurangnya dukungan peer, dan
kurangnya dukungan manajemen. Tujuan evaluasi adalah untuk Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program,
Menilai faktor yang berkontribusi terhadap proses
pembelajaran dan konten pelatihan, Identifikasi trainee yang mendapatkan hasil
tertinggi atau terendah dari program, Membantu program marketing dengan pengumpulan informasi
dari partisipan Menentukan keuntungan dan kerugian finansial program,
Membangdingkan keuntungan dan
kerugian traning vs. Nontraining, Membangdingkan keuntungan dan kerugian dengan program
training lain. Untuk mengevaluasi program training, sebuah
perusahaan harus mengidentifikasi hasil atau kriteria yang akan diperoleh dari
program training. Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan adalah Reaction Outcomes (persepsi trainee terhadap program),Learning or Cognitive Outcomes
(Berkaitan
dengan sampai mana trainee familiar dengan prinsip, fakta, teknik, prosedur,
atau proses yang ditekankan dalam program),Behavior and Skill Based Outcames
(untuk
menilai tingkat kemampuan(skills) motorik atau teknis dan perilaku seperti
menerima kemampuan baru(Learning), dan menggunakan kemampuan tersebut dalam
pekerjaan (Skill transfer)),Affective Outcomes (Berkaitan
dengan sikap dan motivasi, seperti motivasi belajar),Result (Menentukan
hasil dari program training terhadap perusahaan),Return on Investmen (Membandingkan
keuntungan moneter dengan cost yang dilakukan untuk training).