Sabtu, 28 Maret 2015

KONSEP SEHAT, SEJARAH KESEHATAN MENTAL DAN PERBEDAAN KONSEP KESEHATAN MENTAL BARAT DAN TIMUR

Diposting oleh Unknown di 07.39
  1. Konsep Sehat
Dalam sejarah kehidupan manusia istilah sehat dan sakit dikenal di semua kebudayaan. Sehat dan sakit ,keadaan ini adalah suatu kondisi yang dapat kita rasakan dan kita amati dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan mempengaruhi pemahaman dan pengertian seseorang terhadap konsep sehat. Sebagian masyarakat juga beranggapan bahwa anak yang gemuk adalah anak yang sehat meskipun jika mengacu pada standard gizi kondisinya berada dalam status gizi lebih atauoverweight. Jadi factor subyektifitas dan kultural juga mempengaruhi pemahaman dan pengertian mengenai konsep sehat yang berlaku dalam masyarakat.Kondisi sehat dan sakit pada manusia merupakan suatu kontinum, sehingga sangat sulit memberikan batasan yang jelas saat melakukan evaluasinya. Akan tetapi, mengamati fenomena tersebut, maka diyakini taraf kesehatan seseorang dapat ditingkatkan bahkan dioptimalkan. Hal inilah yang mendasari Gerakan Kesehatan Mental dewasa ini. Tidak hanya memandang bagaimana seseorang sembuh dari sakitnya, tetapi bagaimana meningkatkan taraf kesehatan seseorang menjadi lebih optimal.Sehat (Health) secara umum dapat dipahami sebagai kesejahteraan secara penuh (keadaan yang sempurna) baik secara fisik, mental, maupun social, tidak hanya terbebas dari penyakita atau keadaan lemah. Sedangkan di Indonesia, UU Kesehatan No 23/1992menyatakan bahwa sehat adalah suatu keadaan sehat secara fisik, mental, dan social dimana memungkinkan setiap manusia untuk hidup produktif baik secara social maupun ekonomis.World Health Organization (WHO, 2001),menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang didalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola kehidupannya yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta beperan serta di komunitasnya.
Pengertian sehat yang dikemukakan oleh WHO ini merupakan suatu kadaan ideal, di sisibiologis, psikologis dan social sehingga seseorang dapat melakukan aktifitas secara optimal. Definisi sehat yang dikemukakan oleh WHO mengandung 3 karakteristik, yaitu: 1.Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia, 2.Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan eksternal,  3.Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif. Sehat bukan merupakan suatu kondisi tetapi merupakan penyesuaian, dan bukan merupakan suatu keadaan tetapi merupakan proses dan yang dimaksud dengan proses disini adalah adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapi terhadap lingkungan sosialnya.Jadi dapat dikatakan bahwa batasan sehat menurut WHO meliputi fisik, mental dan social. Sedangkan batasan sehat menurut Undang-undang Kesehatan meliputi fisik (badan), mental (jiwa), social dan ekonomi. Sehat fisik yang dimaksud disini adalah tidak merasa sakit dan memang secara klinis tidak sakit, semua organ tubuh normal dan berfungsi normal dan tidak ada gangguan fungsi tubuh. Sehat mental (jiwa) mencakup: 1.Sehat pikiran tercermin dai cara berpikir seeorang yakni mampu berpikir secara logis (masuk akal) atau berpikir runtut, 2.Sehat Spiritual tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, atau penyembahan terhadap pencinta alam dan seisinya yang dapat dilihat dari praktek keagamaan dan kepercayaan serta perbuatan baik yang sesuai dengan norma-norma masyarakat, 3.Sehat Emosional tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya atau pengendalan diri yang baik.

  1. Sejarah Kesehatan Mental           
1.      Tahap Demonology
Sebelum abad pertengahan)Kesehatan mental dikaitkan dengan kekuatan gaib, kekuatan spiritual, setan dan makhluk halus, ilmu sihir, dan sejenisnya. Gangguan mental terjadi akibat kegiatan yang menentang kakuatan gaib tersebut. Sehingga bentuk penanganannya, tidak ilmiah dan kurang manusiawi, seperti:upacara ritual, penyiksaan atau perlaukuan tertentu terhadap penderita dengan maksud mengusir roh jahat dari dalam tubuh penderita.
2.      Tahap Pengenalan Medis (4 abad SM- abad ke6 SM)
Mulai 4 abad SM munsul tokoh-tokoh bidang medis(Yunani): Hipocrates, Hirophilus Gelenus, Vesalinus, Paracelsus, dan Cornelius Agrippa, mulai menggunakan konsep biologis yang penanganannya lebih manusiawi. Gangguan mental disebabkan gangguan biologis atau kondisi biologis seseorang, bukan akibat roh jahat. Mendapat pertentangan keras dari aliran yang menyakini adanya roh jahat.
3.      Tahap Sakit Mental dan Revolusi Kesehatan Mental
Mulai muncul pada abad ke-17: Renaissance (revolusi Prancis), dengan tokohnya: Phillipe pinel. Mengutamakan persamaan, kebebasan, dan persaudaraan dalam penanganan pasien gangguan mental di rumah sakit secara manusiawi. Terjadi perubahan dalam: pemikiran mengenai penyebab gangguan mental dan cara penanganan dan upaya penyembuhan.
4.      Tahap Pengenalan Faktor Psikologis (abad ke-20)
Merupakan Revolusi Kesehatan Mental ke-2: munculnya pendekatan psikologis (psikoanalisa) yang mempelopori penanganan penderita gangguan mental secar medis dan psikologis. Tokoh utamanya adalah Sigmun Freud, yang 4 kesehatan mental melakukan: penanganan hipnose, katarsis, asosiasi bebas, analisis mimpi. Tujuannya adalah mengatasi maslah mental individu dengan menggali konflik intrapsikis penderita gangguan mental. Intervensi tersebut dikenal dengan istilah penanganan klinis (psikoterapi).
5.      Tahap Multifaktorial
Mulai berkembang setelah perang dunia ke II. Kesehatan mental dipandang tidak hanya dari segi psikologis dan medis, tetapi melibatkan factor interpersonal, keluarga, masyarakat, dan hubungan social. Interaksi semua factor tersebut diyakini mempengaruhi kesehatan mental individu dan masyarakat. Merupakan revolusi ke-3 Gerakan Kesehatan Mental dengan tokohnya: Whittingham Beers (buku “A Mind That Found It Self”), William James, dan Adolf Mayer.      

  1. Perbedaan Model Kesehatan Barat dan Timur
  1. Model Barat
a.      Model Biomedis
(Fruend,1991)Dipengaruhi oleh filosofi Yunani (Plato dan Aristoteles). Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa. Ditambah dengan perkembangan biologi, prnyakit dan semata-mata dihubungkan dengan tubuh saja. Semboya “Men Sana In Corpore Sano”. Memiliki 5 asumsi: (Freund,1991)·Terdapat perbedaan nyata antara tubuh dan jiwa sehingga penyakit diyakini berada pada satu bagian tubuh tertentu. Penyakit dapat direduksi pada gangguan fungsi tubuh. Penyakit disebabkan oleh suatu penyebab khusus yang secara potensial dapat diidentifikasi. Tubuh seperti sebuah mesin. Tubuh adalah objek yang perlu diatur dan dikontrol.
b.      Model Psikiatris
(Helman,1990)Penggunaan berbagai model untuk menjelaskan penyebab gangguan mental.
a) Model organic: menekankan pada perubahan fisik dan biokimia di otak.
b) Model psikodinamik: berfokus pada factor perkembangan dan pengalaman.        
 c) behavioral: psikosis terjadi karena kemunginan kemungkinan lingkungand.      Model social: menekankan gangguan dalam konteks performansnya
c.       Model Psikosomatis
(Tamm, 1993)Muncul karena ketidakpuasan dengan model biomedis. Dipelopori oleh Helen Flanders Dunbar (1930-an). Tidak ada penyakit fisik tanpa disebabkan oleh anteseden emosioanal dan social. Sebaliknya tidak ada penyakit psikis yang tidak disertai oleh simtom somatic. Penyakit berkembang melalui saling terkait secara berkesinambungan antara factor fisik dan mental yang saling memperkuat satu sama lain melalui jaringan yang kompleks.  

          B.   Model Timur
      Lebih bersifat holistic (Joesoef,1990)
a)      Holistic Sempit
Organisme manusia dilihat sebagai suatu system kehidupan yang semua komponennya saling terkait dan saling tergantung.
b)     Holistic Luas
 System tersebut merupakan suatu bagian integral dari system-sistem yang lebih luas, dimana organisme individual berinteraks terus menerus dengan lingkungan fisik dan sosialnya yaitu tetap terpengaruh oleh lingkungan tapi juga bisa mempengaruhi dan mengubah lingkungan.          
    


SUMBER
fakhrurrozi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/24029/KesMen.ppt  (diunduh pada 28 Maret 2015)
http://www.uin-alauddin.ac.id/artikel-79-konsep-sehat-dan-sakit.html (diunduh pada 28 Maret 2015)

Dewi, Kartika Sari. 2012. Kesehatan Mental. Semarang: UPT UNDIP Press Semarang.

Nama : Claudya Helena 
NPM : 11513958

0 komentar:

Posting Komentar

 

XOXO -KISSES and HUG- Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei